Sebutir peluru telah menemukan tubuhku. Rebah di antara pagar berduri dan rumpun ilalang. Lantas kutemukan di situ serumpun bunga mawar. Daunnya luruh di antara sayap kupu-kupu. Ku bawa pulang dan memberinya nama.
Sebutir peluru kembali menemukan tubuhku. Terkapar di antara pagar berduri dan tempat dimana aku biasa berdiri, memandang jendela rumahmu. Hujan dan halilintar menderaku malam itu. Dan kucoba meneduhkan tubuhku padamu. Semuanya aku simpan di situ. Di antara durimu dan rekah senyummu.
Lagi lagi sebutir peluru menemukan tubuhku. Kali ini menghancurkanku dalam letih sangat. Menjadikan hatiku berkeping-keping. Meski tiap kepingnya masih saja menyebut namamu.
01 July 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment