Search & Downloads

File Search Engine
 
Powered by filespump search engine

02 May 2008

IBLIS DALAM PELUKANMU

Hari ini ada langit runtuh di depan mata saya. Menumpahkan hujan lebat seperti helai rambutmu. Ada kemarau di telaga matamu. Tapi ada ikan-ikan berloncatan seperti cerita-cerita sedihmu, sebagaimana kemarau banyak menciptakan daun kering.

Ceritamu terus berjatuhan menjadikan hati saya berlubang-lubang. Seperti langit runtuh di depan mata saya. Satu menit yang lalu. Saya merasa dilahirkan di Grozny di bawah puing-puing. Puluhan roket berjatuhan di sekitar saya. Membakar salju di hati saya. Ada seorang Chetnik membantai korbannya. Menyisakan darah di tangan saya, seperti butiran salju di bulu matamu.

Tapi ada darah mengalir bersama air matamu. Sungai-sungai bermuara kembali pada luka-lukamu. Membuat saya tak bisa lepas dari pelukanmu, seperti api dalam sekam. Selalu. Selalu ada kata yang tak bisa diucapkan. Sepertinya ada bahasa yang belum di ciptakan peradaban. Atau bibir saya yang berisi lidah api, seperti tumbuhnya tanduk di kepala saya, saat hari ini saya menciummu. Saya merasa terlempar ke dunia bersama Adam, mengubah diri jadi malam.

Tapi tak ada yang bisa menghadirkan matahari untukmu sayang, selama saya masih menetas dalam pelukanmu. Saya harus menepi sayang, dari garis patah perbatasan tubuhmu. Agar tak lagi menumbuhkan bunga dalam catatanmu, seperti menumbuhkan tanduk di kepala saya. Saya sudah mati di bawah puing-puing, bersama langit runtuh dan hujan roket. Tak ada yang tersisa selain darah di tangan saya. Butiran salju di bulu matamu. Angin bisa membawa saya kemana saja.

0 comments:

 

About

Site Info

Text

ALASKOBAR Copyright © 2009 Community is Designed by Bie